Reading Lights Writer’s Circle Diary

March 2, 2006

Arin dan Animasi

Filed under: Emosi Dasar : Senang - Administrator INdeKS @ 4:08 pm

“Haa.. “

Arin menarik nafas lega, pekerjaan yang menimpa dan mendera serta membelenggunya di depan monitor komputer selama dua setengah minggu ke belakang, sudah selesai.

Bagi orang lain ia tampak seperti pengangguran, bekerja di rumah, tidak pernah keluar. Tapi untuk Arin hal itu sama sekali berbeda.

Setelah kliennya memaksa untuk mempercepat jadwal deadline, dengan biaya hanya setengah dari sebelumnya, yang akhirnya diturunkan lagi menjadi sepersepuluhnya. Arin hanya bisa menyetujui kontrak merugikan itu, yang berarti ia sudah mendapat proyek animasi satu episode selama delapan belas menit, seharga uang jajannya selama sebulan, seratus lima puluh ribu rupiah. Untuknya, jumlah itu benar-benar pas.

Masalahnya sekarang, ia diharuskan menyelesaikan proyek yang biasanya memakan waktu dua hingga tiga bulan menjadi seperenamnya !

Awalnya ia sempat stress. Kini dalam pengerjaannya, ia depresi. Listrik dan telepon yang belum dibayar dapat diputus setiap saat, padahal tuntutan deadline tidak dapat diundur lagi. Ia harus begadang selama dua puluh hari, lengkap dengan makanan mie cap ayam dua telor, tanpa kopi. Mungkin sedikit nyamuk.

Menjelang hari ketujuh belas, gejala dehidrasi mulai timbul, ditambah dengan munculnya bentol-bentol merah di sekujur tubuh Arin. Entah apakah dari sekian ribu nyamuk yang mengisap darahnya, ada yang berhasil menularkan demam berdarah atau tidak.

Setiap dua menit ia “hilang” dari pekerjaannya dan bermimpi jatuh dari menara Petronas dan di tengah jalan Arin terhenyak, bangun, lalu melanjutkan kerjanya.

Hari H pun tiba. Karyanya dimaterialisasikan dalam kepingan plastik yang terbungkus rapi. Bapak Soni, kliennya, menerima cd itu dan pembayaran pun ditransfer melalui amplop ke tangan Arin.

Tidak seberapa, tetapi ia tersenyum lega saat menerimanya.

Neraka yang ia alami selama dua setengah minggu telah selesai, dan ranjang rumah sakit di ruang VIP terasa lebih empuk dari kursi jati di depan komputer di rumah kontrakannya, yang kini tidak berlistrik, tidak bertelepon, dan tidak berair.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://indeks.blogsome.com/2006/03/02/arin-dan-animasi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph